JPCC Sunday – 24 Oktober 2021
By : Ps Jose Carol
Follow | Strength for Services
The Apron and The Robe
________________________
Ayat Mingguan:
1 Petrus 4:10 (TB)
Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.
__________________________
Khotbah:

Rancangan Nya adalah bukan rancangan kita. Percayalah Dia tidak pernah berubah dan akan selalu sama bersama dengan kita.
Selama beberapa minggu ini  kita belajar tentang bond servant, dimana seseorang menjadi pelayan yang dengan sukarela karena ia mengasihi majikan nya, dan Yesus sebagai servant King, yang selalu ingat akan status Nya sebagai seorang Raja namun selalu rendah hati dalam melayani.

Lukas 22:27-30 (TB)
27 Sebab siapakah yang lebih besar: yang duduk makan, atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan? Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan.
28 Kamulah yang tetap tinggal bersama-sama dengan Aku dalam segala pencobaan yang Aku alami.
29 Dan Aku menentukan hak-hak Kerajaan bagi kamu, sama seperti Bapa-Ku menentukannya bagi-Ku,
30 bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

Mengacu kepada ayat diatas, ada beberapa pelajaran penting yang ingin saya bagikan untuk menginspirasi saudara didalam menjalankan kepemimpinan :

Kata seorang “Yang duduk atau yang melayani” ini adalah simbol dari seorang raja dan seorang pelayan.
Yesus menentukan siapa kita, sama seperti Yesus yang ditentukan oleh Bapa Nya.

Anak² raja yang memerintah dengan hati yang seorang hamba dan menjadi hamba² Nya yang melayani dengan mental seorang raja

Tantangan nya adalah ada banyak raja yang memimpin tanpa hati yang melayani.

Markus 10:42-43 (TB)
42 Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: “Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.
43 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,

2 Timotius 3:1-4 (BIMK)
1 Ingatlah ini: Pada hari-hari terakhir akan ada banyak kesusahan.
2 Manusia akan mementingkan dirinya sendiri, bersifat mata duitan, sombong dan suka membual. Mereka suka menghina orang, memberontak terhadap orang tua, tidak tahu berterima kasih, dan membenci hal-hal rohani.
3 Mereka tidak mengasihi sesama, tidak suka memberi ampun, mereka suka memburuk-burukkan nama orang lain, suka memakai kekerasan, mereka kejam, dan tidak menyukai kebaikan.
4 Mereka suka mengkhianat, angkuh dan tidak berpikir panjang. Mereka lebih suka pada kesenangan dunia daripada menuruti Allah.

Dalam ayat timotius diatas ini, kita bayangkan, peringatan Paulus tentang akhir jaman dimana ada orang² yang diberi kuasa, namun tidak memiliki hati seorang hamba.

Banyak sekali kesengsaraan dan ketidakadilan yang terjadi di dunia ini, karena akibat dari raja yang memimpin tidak dengan rendah hati.

Tantangan ke 2 adalah adanya seorang hamba yang melayani namun tidak memiliki mental seorang raja / seorang pemimpin.

Ada sebuah prinsip yang ingin saya bagikan :
The Law of Distinction.
The difference between the best and the rest in many cases is so small, yet the reward is so big.

Yang membedakan apa yang saudara sudah lakukan tidak terletak pada apa yang saudara sudah ketahui, tapi pada apa yang akan saudara lakukan dan itu akan menjadi pembeda.

1. Greatness comes from serving
Kehebatan datang ketika kita melayani.

Markus 10:43-44 (TB)
43 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,
44 dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.

Melayani akan membentuk kerendahan hati kita. Melalui pelayanan lah kerendahn hati akan terbentuk. Volunteering : Pelayanan.
Humility is the distiction. Kerendahan hati seorang pemimpin lah yang akan membedakan kita dari orang lain.
Sebagai seorang hamba yang melayani dengan mental seorang raja juga memiliki pembedaan yang bisa terlihat ketika melayani.

2. Mendahulukan dan bukan didahulukan
Belajar untuk memprioritaskan orang lain itu perlu latihan. Sebagai seorang pemimpin biasanya akan didahulukan oleh bawahan. Tapi sebagai pemimpin yang mendahulukan orang lain, kita akan belajar bagaimana memiliki kerendah hatian dan ini adalah hal kecil yang sehari² dapat terlihat.

Sebagai pemimpin yang mendahulukan orang lain, dan orang lain harus bisa merasakan bahwa hidup mereka yang dipimpin

Mazmur 78:72 (TB)
Ia menggembalakan mereka dengan ketulusan hatinya, dan menuntun mereka dengan kecakapan tangannya.

Kita harus punya kepala untuk memikirkan orang yang kita pimpin.
Kita harus punya hati yang mengasihi orang yang kita pimpin.
Dan kecakapan tangan kita untuk melatih mereka hal yang harus mereka lakukan.

Orang akan melupakan apa yang saudara katakan, tetapi mereka tidak akan pernah lupa apa yang mereka rasakan karena apa yang saudara lakukan.

3. Menginspirasi bukan mendominasi
Hanya dibutuhkan sedikit garam didalam sebuah hidangan,  tidak perlu terlalu banyak.
Hanya dibutuhkan sebuah tindakan kecil untuk membuat perubahan besar.
Dibutuhkan satu nasihat kecil untuk membuat perubahan terhadap orang lain.

Rubah pola pikir dari dominasi menjadi inspirasi. Bagaimana sikap ketika kita melayani.

Pada saat seseorang membuat kue, biasa nya ada beberapa orang yang menambahkan rasa asin sedikit ke dalam adonan nya, untuk membuat supaya rasa nya tidak terlalu manis atau pas dengan rasa yang diciptakan.

Perhatikan hal² yang kita kerjakan atau kita lakukan buat orang lain.

Kebahagiaan yang kita rasakan pada saat melihat keberhasilan orang lain dengan mengetahui bahwa kita ada dibaliknya adalah reward yang tidak ternilai harganya.

Jangan menganggap remeh pekerjaan apapun yang saudara lakukan saat ini.

4. Memberdayakan dan bukan memanfaatkan
Raja yang sungguh² memberdayakan itu  luar biasa.

Roma 15:2 (TB)
Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya.

Belajarlah setiap hari untuk membahagiakan orang lain.

Markus 2:1-5 (TB)
1 Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah.
2 Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka,
3 ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang.
4 Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.
5 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”

Seperti keempat teman si lumpuh yang melakukan sesuatu sehingga dia disembuhkan.

Markus 2:12 (TB)
Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: “Yang begini belum pernah kita lihat.”

Markus 10:45 (TB)
Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

Yesus datang kedunia untuk melayani, belajarlah menjadi teladan seperti Yesus dengan melayani orang lain, memiliki hati yang besar.
Jangam pernah lupa jati diri kita yang sesungguh nya sebagai anak Tuhan.

Ketika kita menggunakan pelayanan kita dengan baik, tinggal tunggu waktu bagaimana Tuhan meninggikan saudara dan memberikan promosi yang saudara tidak pernah pikirkan sebelum nya.

Memilih untuk melayani itu adalag bagian kita, karena Tuhan tidak bisa memaksakan kita untuk melakukan.
Tapi meninggikan dan mempromosikan saudara, itu adalah bagian Tuhan.

God Bless
www.grfaith.net

Written by : GR Faith

Subscribe To GRFaith Newsletter

BE NOTIFIED ABOUT NEW SERMONS OF THE WEEK

Thank you for your message. It has been sent.
There was an error trying to send your message. Please try again later.

Blessed to be a blessing

Leave A Comment