JPCC Sunday – 10 October 2021
By : Ps Jeffrey Rachmat
Follow | Strength For Service
Bond Service
______________________
Ayat Mingguan :
Markus 10:45 (TB)
Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
______________________
Khotbah :

Ada banyak orang yang melayani. Kita mau belajar bagaimana melayani dengan benar. Ukuran pelayanan yang diberikan dalam melayani orang lain harus lebih besar daripada apa yang kita miliki. Kita harus belajar memberikan yang terbaik.

Markus 10:42-45 (TB)
42 Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: “Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.
43 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,
44 dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.
45 Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

Yesus tidak melarang siapa saja yang mau menjadi terdepan. Yesus memberitahukan bagaimana cara yang benar. Ada tanggung jawab dan beban yang dihadapi ketika menjadi terkemuka.

The best way to go up is down

Mengembangkan karakter yang kuat untuk menjaga keseimbangan.
Menjaga keseimbangan hidup dengan  belajar melayani dan memberikan yang terbaik.

Yesus adalah contoh seorang pemimpin yang sangat baik karena Ia melayani dengan rendah hati.

Yohanes 13:3-5 (TB)
3 Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.
4 Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya,
5 kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.

Test karakter yang sebenarnya adalah ketika seseorang diberi kekuasaan.
Kita akan segera tahu pada saat seseorang di beri kemampuan untuk menjadi pemimpin / diberikan kemampuan secara finansial.
Bagaimana orang tersebut menjalani kepemimpinan nya terhadap orang yang di pimpin nya / bagaimana peranan nya ketika memiliki finansial yang baik.

Yesus memberi contoh ketika Ia menerima kuasa, Ia menggunakan kekuasaan Nya untuk melayani, bukan sebaliknya.
Yesus tahu seberapa besar kuasa yang Ia miliki dari Bapa, namun Yesus tetap rendah hati menunjukan bahwa Diri Nya melayani kehendak Bapa dengan sempurna.

Filipi 2:5-7 (TB)
5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

Sebagai saudara seiman dalam Kristus, kita diharapkan untuk mengambil sikap seorang hamba yang melayani.

Duolos : budak / seseorsng yang mengabdikan diri pada orang lain dengan memgabaikan kepentingan nya sendiri.

Ulangan 15:12-17 (TB)
12 “Apabila seorang saudaramu menjual dirinya kepadamu, baik seorang laki-laki Ibrani ataupun seorang perempuan Ibrani, maka ia akan bekerja padamu enam tahun lamanya, tetapi pada tahun yang ketujuh engkau harus melepaskan dia sebagai orang merdeka.
13 Dan apabila engkau melepaskan dia sebagai orang merdeka, maka janganlah engkau melepaskan dia dengan tangan hampa,
14 engkau harus dengan limpahnya memberi bekal kepadanya dari kambing dombamu, dari tempat pengirikanmu dan dari tempat pemerasanmu, sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, haruslah kauberikan kepadanya.
15 Haruslah kauingat, bahwa engkau pun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau ditebus TUHAN, Allahmu; itulah sebabnya aku memberi perintah itu kepadamu pada hari ini.
16 Tetapi apabila dia berkata kepadamu: Aku tidak mau keluar meninggalkan engkau, karena ia mengasihi engkau dan keluargamu, sebab baik keadaannya padamu,
17 maka engkau harus mengambil sebuah penusuk dan menindik telinganya pada pintu, sehingga ia menjadi budakmu untuk selama-lamanya. Demikian juga kauperbuat kepada budakmu perempuan.

Pada jaman dulu, menjadi budak karena keadaan terpaksa banyak hutang dan tidak dapat membayar hutang nya, maka mereka membayar nya dengan menjadi budak selama 6 tahun jika mereka tidak bisa membayar nya.

Saat mereka bebas dari perbudakan, tuan mereka harus memberikan kambing domba sebagai modal untuk bebas menjadi budak.

Ada juga diantara mereka yang mau mengabdi sebagai budak. Hal ini terjadi karena selama menjadi budak mereka diperlakukan dengan sangat baik oleh tuan mereka.

Bond Slave / Bond Servant : keadaan menjadi pelayan bukan dengan paksaan tapi karena rendah hati mengabdikan hidupnya untuk menjadi pelayan.

Yohanes 6:38 (TB)
Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.

Matius 26:39 (TB)
Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

Bond Servant : seseorang yang dengan sukarela ingin melayani karena rasa syukurnya atas kasih yang selama ini ditunjukan tuannya kepada dia.

Sikap seperti inilah yang harus ditunjukan ketika melayani dimanapun kita ditempatkan.

Ada perbedaan orang melayani karena terpaksa atau melayani secara sukarela.

Melayani karena Terpaksa :
1. Melakukan sebatas yang diminta.
2. Bertindak setelah disuruh.
3. Melakukan asal²an.
4. Memikirkan diri sendiri ketimbang orang lain
5. Mudah kecewa, mengeluh dan sakit hati
6. Pelayanan sebagai sebuah beban
7. High maintenance, low commitment

Melayani dengan Sukarela:
1. Melakukan lebih dari yang diminta.
2. Sigap, antisipatif.
3. Melakukan dengan sebaik mungkin.
4. Kepuasan yang dilayani jado ukuran keberhasilan pelayanannya.
5. Melayani dengan sukacita.
6. Pelayanan sebagai suatu hak istimewa.
7. High in Commitment, Low Miantenance.

Pelayanan yang Yesus lakukan ketika Ia melayani  :

Yohanes 2:1-11 (TB)
1 Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ;
2 Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.
3 Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.”
4 Kata Yesus kepadanya: “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.”
5 Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!”
6 Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.
7 Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: “Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.” Dan mereka pun mengisinya sampai penuh.
8 Lalu kata Yesus kepada mereka: “Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta.” Lalu mereka pun membawanya.
9 Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu — dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya — ia memanggil mempelai laki-laki,
10 dan berkata kepadanya: “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.”
11 Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari sikap Yesus ketika melayani:
1. Keinginan untuk memberikan yang terbaik.
Yesus memberikan anggur yang terbaik. Kalau anggur nya biasa saja, maka bisa jadi tamu² akan kecewa. Hal ini keluar dari generous spritual nya Yesus.
2. Yesus tidak mempersoalkan siapa yang menerima pujian.
Yesus memberikan yang terbaik, dan yang dipuji adalah pengantin nya. Padahal pengantin tidak mengetahui apa². Tapi para pelayan dan Ibu Yesus tahu apa yang terjadi.
3. Yesus mulai dari apa yang ada.
Yesus menggunakan air, sesuatu yang biasa, dan Ia ubah menjadi sesuatu yang excellent. Excellent tidak identik dengan sesuatu yang mahal. Tapi excellent berkaitan dengan sikap hati yang mau melakukan segala sesuatu secara maksimal.

Markus 6:34-43 (TB)
34 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.
35 Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: “Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.
36 Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini.”
37 Tetapi jawab-Nya: “Kamu harus memberi mereka makan!” Kata mereka kepada-Nya: “Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?”
38 Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!” Sesudah memeriksanya mereka berkata: “Lima roti dan dua ikan.”
39 Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau.
40 Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang.
41 Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.
42 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang.
43 Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan.

Ayat diatas menggambarkan Yesus sedang meluruskan cara berfikir agar lebih besar daripada jumlah uang yang ada ditangan mereka. Tapi lebih tergantung pada iman mereka.

Hal lain yang bisa kita lihat dari Yesus adalah :
1. Yesus tidak hanya peduli kebutuhan rohani tapi mengantisipasi kebutuhan jasmani mereka sebelum mereka menyatakan apa yang mereka rasakan.

2. Yesus memberikan lebih daripada apa yang dibutuhkan oleh orang² tersebut.
Efesus 3:20 (TB)
Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,

3. Organisasi yang rapih ketika Yesus melayani.
Muridnya sedikit tapi orang lapar banyak. Cara Yesus mengumpulkan dalam bentuk kelompok² kecil agar mudah dalam mendistribusikan.
Distribusi dan mengumpulkan kembali sisa makanan.

4. Yesus memakai apa yang ada ditangan mereka, yaitu 5 roti dan 2 ikan.
Mulai dengan apa yang ada di tangan kita ketika melayani Tuhan.

Dalam kapasitas kita ketika sedang melayani, kita harus bisa bersikap seperti Yesus ketika memiliki hak istimewa untuk melayani.

Kita melayani bukan karena apa yang bisa kota dapatkan, tetapi kita melayani karena apa yang kita bisa berikan.
Mari kita mulai melayani dari orang yang disekitar kita.

God Bless
www.grfaith.net

Written by : GR Faith

Subscribe To GRFaith Newsletter

BE NOTIFIED ABOUT NEW SERMONS OF THE WEEK

Thank you for your message. It has been sent.
There was an error trying to send your message. Please try again later.

Blessed to be a blessing

Leave A Comment