JPCC Sunday – 07 November 2021
By : Ps Jeffrey Rachmat
Follow |  The Blueprint
Come Back Stronger
_________________________
Ayat Mingguan :
1 Korintus 9:25 (TB)
Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.
_________________________
Khotbah:

Visi : gambaran masa depan apa yang ingin dicapai atau diimpikan.
Tuhan memberikan kepada setiap orang kemampuan untuk imajinasi, Mental picture / Gambaran apa yang terjadi di masa mendatang.

Kejadian 1:26-28 (TB)
26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”
27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Dalam kitab kejadian diatas, kita bisa lihat, bahwa sebagai anak² Tuhan dengan sebuah tujuan yang pasti. Tuhan punya rencana tersendiri buat kita.
Visi itu berhubungan dengan potensi yang ada didalam diri kita.
Semua potensi yang ada didalam diri kita, digunakan untuk melayani.

Kita harus gali potensi yang ada dalam diri kita dan semua itu utk tujuan orang lain. Untuk menjawab kebutuhan orang lain. Membawa solusi. Melayani orang lain.

Dunia memandang orang yang berhasil melalui berapa banyak materi yang dimiliki.

Seseoramg dikatakan berhasil karena dia mampu mengeluarkan potensibyang Tuhan letakkan didalam dia dan mempergunakannya untuk kepentingan orang banyak.

Firman Tuhan katakan adalah lebih bahagia memberi daripada menerima.

Amsal 29:18 (TB)
Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat.
Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum

Tanpa visi keliatannya sibuk tapi tidak lari kemana mana. Kita mengerjakan sesuatu karena tuntutan bukan karena sesuatu yang jelas di masa depan.

Banyak orang mengerjakan segala sesuatu namun tidak ada visi yang jelas.
Tanpa visi kita cenderung akan kembali kepada kehidupan yang lama.
Orang yang tidak punya visi akan sibuk menceritakan masa lalu.

Yesaya 43:18-19 (TB)
18 Firman TUHAN: “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala!
19 Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya?

Waktu bangsa israel dibawa keluar dari perbudakan mesir. Laut merah adalah mukjizat yang luar biasa.
Jangan sibuk menengok kejayaan masa lalu.

Pengkotbah 7:10 (TB)
Janganlah mengatakan: “Mengapa zaman dulu h lebih baik dari pada zaman sekarang?” Karena bukannya berdasarkan hikmat engkau menanyakan hal itu.

Tanpa visi orang akan mengendorkan kekangan. Larut dalam kenyamanan.
Saat itulah mulai kegagalan yang ada

Orang yang punya visi akan bisa mengatasi rutinitas, kebosanan, mengorbankan kesenangan hari ini untuk mencapai tujuan di masa depan.
Seperti seorang atlet, mereka berlatih setiap hari, untuk mencapai titik maksimal yang dapat mereka berikan untuk mencapai visi mereka.

Bosan bukan alasan untuk mencapai visi.
Visi yang membuat semua aktivitas jadi bermakna

Orang yang tidak memiliki visi akan mudah menyerah.
Banyak tidak bisa mencapai greatness karena tidak punya visi.

Visi yang saya ingin bagikan lebih kepada identitas diri kita.
Identitas diri adalah lensa yang kita pakai untuk melihat diri sendiri.
Cara kita untuk melihat diri sendiri / gambar diri sendiri.

Kejadian 3:4-5 (TB)
4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati,
5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”

Ular membuat manusia berpikir manusia belum seperti Allah. Sehingga manusia tertarik utk jadi spt Allah
Didalam kejadian 3 diatas, iblis mencoba untuk membuat manusia gagal tentang identitas diri.

Matius 4:3-6 (TB)
3 Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.”
4 Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”
5 Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah,
6 lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.”

2 dari 3 cobaan iblis kepada Tuhan adalah tentang identitas diri.
Berbeda dengan Adam, Yesus tidak lupa akan jati diri Nya dihadapan Allah.
Identitas diri itu seperti sebuah password.
Identitas diri harus di jaga. Sifat nya tidak permanen. Harus terus di jaga agar tetap sehat dan terus bersih.
Cerita tentang Elia ketika melakukan pelayanan nya dimasa nya saat itu.

1 Raja-raja 19:1-4 (TB)
1 Ketika Ahab memberitahukan kepada Izebel segala yang dilakukan Elia dan perihal Elia membunuh semua nabi itu dengan pedang,
2 maka Izebel menyuruh seorang suruhan mengatakan kepada Elia: “Beginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika besok kira-kira pada waktu ini aku tidak membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang dari mereka itu.”
3 Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana.
4 Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: “Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku.”

Ancaman mati terhadap Izebel membuat Elia lupa akan kehebatan yang dapst Tuhan lakukan. Jelas disini bahwa Elia kehilangan gambaran / jati diri nya saat ketakutan nya datang.
Namun Tuhan tidak meninggalkan Elia. Tuhan mengirimkan malaikat Nya sehingga Elia sanggup menjalankan puasa nya selama 40 hari.

1 Raja-raja 19:9-10 (TB)
9 Di sana masuklah ia ke dalam sebuah gua dan bermalam di situ. Maka firman TUHAN datang kepadanya, demikian: “Apakah kerjamu di sini, hai Elia?”
10 Jawabnya: “Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku.”

Ketika Elia merasa takut dan kehilangan gambar diri nya, Tuhan menunjukkan kehebatan Nya, dan Tuhan tetap menyertai Elia dan tidak meninggalkan Elia.

1 Raja-raja 19:15-18 (TB)
15 Firman TUHAN kepadanya: “Pergilah, kembalilah ke jalanmu, melalui padang gurun ke Damsyik, dan setelah engkau sampai, engkau harus mengurapi Hazael menjadi raja atas Aram.
16 Juga Yehu, cucu Nimsi, haruslah kauurapi menjadi raja atas Israel, dan Elisa bin Safat, dari Abel-Mehola, harus kauurapi menjadi nabi menggantikan engkau.
17 Maka siapa yang terluput dari pedang Hazael akan dibunuh oleh Yehu; dan siapa yang terluput dari pedang Yehu akan dibunuh oleh Elisa.
18 Tetapi Aku akan meninggalkan tujuh ribu orang di Israel, yakni semua orang yang tidak sujud menyembah Baal dan yang mulutnya tidak mencium dia.”

Tuhan menyuruh Elia untuk tetap melakukan pelayanan nya.
Identitas diri sangat mempengaruhi  cara pandang kita memandang masa depan

Dan iblis akan selalu berusaha menghancurkan identitas diri kita yang sehat agar visi iblis berhasil.

Lukas 15:15-19 (TB)
15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorang pun yang memberikannya kepadanya.
17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.

Dalam ayat diatas, anak yang terhilang kembali kepada bapa.
Dosa mengurangi nilai.
Dosa akan membuat orang tidak bisa melihat nilai didalam diri nya.
Dosa akan membuat orang menjadi gagal melihat gambaran diri yang sehat.

Lukas 15:20-23 (TB)
20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.

Bapa yang melihat anak nya kembali itu sangat bahagia.
Ketika si anak ini kembali kepada bapa, dia sudah mengatakan bahwa ua sudah berdosa terhadap bapa dan sorga.
Dan sebelum anak nya melanjutkan kalimatnya, bapa ini melihat bahwa gambaran dirinya sdh tidak pada tempatnya.
Sehingga bapa nya langsung memotong kalimat selanjut nya sebelum dia lanjutkan, dengan mengatakan untuk lekas / cepat ambil jubah / cincin / sendal untuk mengembalikan status anak nya tersebut.

Sang bapa membuat sebuah pernyataan untuk anak nya terhadap semua orang bahwa anak nya telah kembali.

Lukas 15:24 (TB)
Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.

Tuhan ingin identitas diri kita dipulihkan dengan sebuah pertobatan yang harus kita lakukan dengan serius.

Roma 8:17 (TB)
Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Sama seperti 10 orang utusan yang dikirim untuk mengintai didalam kitab Bilangan :

Bilangan 13:27-33 (TB)
27 Mereka menceritakan kepadanya: “Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya.
28 Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana.
29 Orang Amalek diam di Tanah Negeb, orang Het, orang Yebus dan orang Amori diam di pegunungan, orang Kanaan diam sepanjang laut dan sepanjang tepi sungai Yordan.”
30 Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: “Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!”
31 Tetapi orang-orang yang pergi ke sana bersama-sama dengan dia berkata: “Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita.”
32 Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: “Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya.
33 Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.”

10 dari 12 orang yang diminta Musa untuk mengintai salah melihat gambar diri mereka.

Nilai yang kita letakkan atas diri kita akan menentukan bagaimana orang lain akan menilai kita dan memperlakukan kita

Akibat tidak memiliki gambar diri yang sehat, maka 10 orang yang diutus tersebut tidak dapat masuk kedalam tanah perjanjian.

Orang yang melihat diri nya seperti belalang / merasa kecil, maka kita tidak akan bisa memimpin.

2 Korintus 5:17 (TB)
Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Efesus 2:10 (TB)
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Kita adalah produk unggulan Nya Tuhan. Kalau kita mau memiliki keberhasilan, kita harus bisa melihat diri kita dengan benar, dan harus bisa memiliki identitas diri dengan benar dimata Tuhan.
Jangan memandang rendah diri kita sendiri.

God Bless
www.grfaith.net

Written by : GR Faith

Subscribe To GRFaith Newsletter

BE NOTIFIED ABOUT NEW SERMONS OF THE WEEK

Thank you for your message. It has been sent.
There was an error trying to send your message. Please try again later.

Blessed to be a blessing

Leave A Comment