JPCC Sunday – 12 September 2021
By : Ps Alvi Radjaguguk
Follow | Community
Community, Truth and Distortion
________________________
Ayat Mingguan :
1 Korintus 12:26-27 (TB)
26 Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.
27 Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.

________________________
Khotbah :

Gereja online membuat church hopping. Saat ini ibadah secara daring memberikan kemudahan. Namun tidak cukup buat kita ibadah secara daring saja, kita perlu tertanam dalam sebuah komunitas di gereja lokal.

Tanpa disadari dari kemudahan ibadah secara daring tanpa tertanam dalam komunitas maka akan membuat orang hanya jadi penikmat atau penonton, serta tidak ada keinginan untuk mau melayani. Padahal kita diminta untuk jadi pelayan / pemurid.
Bahayanya bergereja tanpa berkomunitas / Distortion yang dapat terjadi :

1. Pemuridan, bukan kebaktian

Matius 28:18-20 (TB)
18 Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Dengan jelas pada ayat ini, Yesus memanggil kita semua untuk menjadi murid Nya. Format yang paling baik dan subur untuk proses yang terjadi adalah melalui pemuridan didalam DATE (Discipled, Accepted / Annointed, Tranied, Equiped) / Komunitas Sel, dimana kita belajar dan saling mengasah diri dengan teman-teman untuk bisa menjalankan Firman Nya.
Kita semua orang percaya harus memuridkan bukan hanya beribadah.

Gereja bukanlah event organizer. Kebaktian saja hanya membuat orang jadi anggota.

– Anggota : Mendengarkan khotbah saja, Murid : Dapat mengerti apa yang Tuhan berikan pesan melalui khotbah dan Firman.
– Anggota : Mentalitasnya spoon-fed (disuapin), Murid : Mentalnya self-feeding (berusaha mencari makan sendiri)
– Anggota : Menjunjung tinggi kenyamanan, Murid : Membangun disiplin rohani sehingga hatinya mudah diajar.
– Anggota : Dasar pemikirannya subyektif, Murid : Dasar pemikirannya kingdom minded / kebenaran
– Anggota : Tujuan utamanya bertumbuh, Murid : Tujuan utama nya berbuah / berdampak.
– Anggota : Meresponi ketidak nyamanan secara negatif sehingga jika ada tantangan, dijadikan alasan untuk berpindah, Murid : Menjadikan Gesekan sebagai cara untuk mendewasakan.

2. Kedewasaan dan bukan kenyamanan
Jemaat mula² bertemu tiap² hari, dan keadaan ini lebih berpotensi terhadap gesekan yang dapat terjadi. Namun kenyataan nya dalam Firman mencatat banyak orang yang menjadi suka dan berdampak terhadap mereka sehingga banyak yang diselamatkan. Para Murid mempraktekan bagaimana Kasih yang Yesus ajarkan didalam hidup mereka serta didalam komunitas. Kasih tidak pernah gagal, mereka mempraktekan bagaimana kasih terjadi didalam hidup mereka. Saling berbagi satu sama lain, saling menolong jika ada anggota yang kesusahan.

Menerima Kristus adalah satu hal.
Mengikuti Kristus adalah hal lain.
Berhenti memikirkan kesenangan diri sendiri.
Mengesampingkan kenyamanan dan mulai bersedia menanggung penderitaan.

Matius 16:24 (TB)
Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Seringkali ketidaknyamanan kita lihat sebagai ancaman, karena itu adalah respon alami manusia. Tapi Yesus melihatnya sebagai suatu alat untuk mendewasakan kita.
Kesulitan dan penderitaan adalah salah satu cara tercepat untuk mendewasakan kita.

Pertumbuhan itu menyakitkan, tapi tidak bertumbuh itu lebih menyakitkan.
Tidak mungkin untuk seorang pengikut Kristus yang hanya mau menyenangkan / memikirkan diri sendiri tanpa memikirkan orang lain.
Banyak gesekan yang terjadi ketika kita mengikuti Kristus / ketika memuridkan orang lain.

Tujuan utama mengikuti Kristus adalah kesediaan untuk menanggung apapun yang datang dalam hidup kita.
Kesulitan dan penderitaan adalah cara tercepat untuk mendewasakan kita. Sedangkan kenyamanan adalah salah satu cara tercepat untuk hidup bagi diri sendiri.

Pemuridan adalah proses membawa orang kedalam hubungan yang benar dengan Tuhan, membangun mereka kepada kedewasaan penuh dalam Kristus melalui strategi pertumbuhan yang disengaja, sehingga mereka bisa memultiplikasi seluruh proses ini didalam diri orang lain juga.
Edmund Chan

Pemuridan adalah proses, bukan acara / event.

3. Disiplin bukan diselipin

Discipilus – Murid
Keduanya mengandung pengertian tentang tindakan belajar
Seberapa kuat seseorang tertanam dalam komunitas akan terlihat sewaktu bertemu krisis dalam hidupnya.

Kejadian 2:18 (TB)
TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”

Seorang Diri : badan/ seorang diri
Penolong : ezer/ penolong, pembantu.

Tuhan menyebut kita sebagai domba karena domba selalu tinggal dalam kawanan. Kalau sendirian jadi vulnerable / membuat mudah diserang.
Orang yang menyendiri, mencari keinginannya, amarahnya meledak terhadap setiap pertimbangan.

Amsal 18:1 (TB)
Orang yang menyendiri, mencari keinginannya, amarahnya meledak terhadap setiap pertimbangan.

Jalan keluar terbaik adalah menghadapi setiap kondisi / masalah yang terjadi / setiap alasan. Jangan di hindari, tapi hadapi.
Ketika kita mulai disiplin dalam sebuah Date, Tuhan akan mengirimkan ezer², melalui cerita² dari orang yang ada di sekitar kita.

4. Pelipatgandaan bukan perkumpulan

Perintah pertama di Kejadian 1 adalah : Berbuahlah dan bermultiplikasilah.

Kejadian 1:26-28 (BIMK)
26 Kemudian Allah berkata, “Sekarang Kita akan membuat manusia yang akan menjadi seperti Kita dan menyerupai Kita. Mereka akan berkuasa atas ikan-ikan, burung-burung, dan segala binatang lain, baik jinak maupun liar, baik besar maupun kecil.”
27 Demikianlah Allah menciptakan manusia, dan dijadikannya mereka seperti diri-Nya sendiri. Diciptakan-Nya mereka laki-laki dan perempuan.
28 Kemudian diberkati-Nya mereka dengan ucapan “Beranakcuculah yang banyak, supaya keturunanmu mendiami seluruh muka bumi serta menguasainya. Kamu Kutugaskan mengurus ikan-ikan, burung-burung, dan semua binatang lain yang liar.

Allah menyebut dalam kata KITA bukan Aku.
Manusia sejak awal jadi mahluk kita bukan mahluk aku, sesuai citra Diri Nya untuk memperluas dan menguasai bumi dan segala isi nya.

Seorang murid akan melipatgandakan dirinya dengan menghasilkan murid lainnya
Tujuan utama keberadaan DATE / Komunitas Sel = bukan tempat berkumpul, tapi terjadi perubahan hidup dengan kedewasaan penuh dalam Kristus sehingga semakin serupa dengan Kristus (perubahan hidup).

Cara kita menilai segala sesuatu berubah.
Kita mengasihi apa yang Kristus kasihi.

Mazmur 92:13-15 (BIMK)
13 (92-14) Mereka seperti pohon yang ditanam di Rumah TUHAN, dan berkembang di Rumah Allah kita,
14 (92-15) pohon yang masih berbuah di masa tua, tetap hijau dan segar.
15 (92-16) Itulah buktinya bahwa TUHAN adil; dia pembela-Ku, tak ada kecurangan pada-Nya.

– Di tanam / tertanam.
– Bertunas / bertumbuh.
– Berbuah.

Pohon Aras tahan terhadap cuaca dan tidak mudah lapuk dan sering dipakai jadi tiang penyangga istana dan bait Allah di zaman itu.
Pohon Korma memiliki kedalaman akar, kekuatan tunas dan jadi penyangga buat orang lain.

Kita bisa jadi seperti ini kalau tertanam di gereja lokal dan menjadi seorang murid bukan penikmat / anggota saja.

God Bless
www.grfaith.net

Written by : GR Faith

Subscribe To GRFaith Newsletter

BE NOTIFIED ABOUT NEW SERMONS OF THE WEEK

Thank you for your message. It has been sent.
There was an error trying to send your message. Please try again later.

Blessed to be a blessing

Leave A Comment