JPCC Sunday – 4 September 2022
By : Ps Kenny Goh (UR)
Devoted | Community
Dream Church
______________________
Sermon :

Teknologi memudahkan kita untuk terkoneksi satu sama lain. Masalahnya dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan perkembangan teknologi, membuat kehidupan kita menjadi lebih radikal lagi.

Level personalization : fokus kepada personal secara individu. Kita memasuki era radical individualization.
Yang menarik dengan era ini adalah semakin banyak orang2 yang merasa lonely / kesepian. Manusia semakin kesini semakin kesepian, karena semakin kesini semua hal banyak yang dibuat personal dengan berfokus kepada “saya”.

Semakin Personal = Side effect nya adalah Semakin Kesepian.

Kita sebagai orwng percaya harus bisa hidup counter measure dengan sikap personal seperti gambaran diatas.

Kesepian bukan design yang Tuhan buat sejak mula mula. Ketika ada warning sign kesepian berarti kita perlu merubah apa yang perlu kita rubah.

“Lalu Tuhan Allah berkata, “Tidak baik manusia hidup sendirian. Aku akan membuat teman yang cocok untuk membantunya.””
‭‭Kejadian‬ ‭2:18‬ ‭BIMK‬‬

“Allah memberi tempat tinggal kepada orang yang kesepian; Ia membebaskan orang tahanan sehingga mereka bahagia. Tetapi orang-orang yang melawan Tuhan harus tinggal di tanah yang gersang.”
‭‭Mazmur‬ ‭68:7‬ ‭BIMK‬‬

Kata Tempat Tinggal dalam ayat diatas mengartikan keluarga / komunitas / orang2 yang ada disekiling nya.

Solusi orang kesepian itu bukan pasangan / pacar / best friend, tapi family / keluarga.

“Sementara Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, datanglah ibu dan saudara-saudara-Nya. Mereka berdiri di luar sambil berusaha untuk dapat berbicara dengan Dia. Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus, “Pak, ibu dan saudara-saudara Bapak ada di luar. Mereka ingin berbicara dengan Bapak.” Lalu Yesus menjawab, “Siapakah ibu-Ku? Siapakah saudara-saudara-Ku?” Lalu Ia menunjuk kepada pengikut-pengikut-Nya dan berkata, “Inilah ibu dan saudara-saudara-Ku. Orang yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga, dialah saudara laki-laki, saudara perempuan, dan ibu-Ku.””
‭‭Matius‬ ‭12:46-50‬ ‭BIMK‬‬

Dalam ayat diatas dikatakan. Orang percaya dan melakukan kehendak Bapa disurga = adalah keluarga Yesus.

“Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.”
‭‭Efesus‬ ‭2:19-22‬ ‭TB‬‬

God’s dream is for us to be a family

Challenge saat ini untuk gereja modern adalah gereja modern banyak jemaat yang tidak kenal satu sama lain (tidak seperti keluarga), mirip seperti konser / seminar.
Ini adalah tantangan yang ada bagi gereja modern yang muncul saat ini.

Cara kita dibentuk untuk menjadi seperti Kristus adalah dengan proses apa yang kita alami ketika mengalami hal yang tidak enak ketika dibentuk dalam keluarga.

“Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.”
‭‭Kolose‬ ‭3:12-17‬ ‭TB‬‬

Kenapa Tuhan pakai kata keluarga sebagai brother or sister? Karena kita tidak bisa memilih keluarga. Hubungan keluarga itu lebih dalam lebih kental dari apapun.

Kata komunitas : berasal dari kata Commune (to get very close to someone by exchanging feelings or thoughts)

Kita perlu komunitas dengan beberapa sekumpulan orang yang ada di dekat kita.

“Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.”
‭‭Kisah Para Rasul‬ ‭2:42-47‬ ‭TB‬‬

God Bless

Written by : GR Faith

Subscribe To GRFaith Newsletter

BE NOTIFIED ABOUT NEW SERMONS OF THE WEEK

Thank you for your message. It has been sent.
There was an error trying to send your message. Please try again later.

Blessed to be a blessing

Leave A Comment