JPCC Sunday – 19 September 2021
By : Ps Kenny Goh
Follow | Community
Growing in Community
________________________
Ayat Mingguan :
Galatia 6:2 (BIMK)
Hendaklah kalian saling membantu menanggung beban orang, supaya  dengan demikian kalian mentaati perintah Kristus.
________________________
Khotbah :

Kita belajar tentang pentingnya komunitas didalam hidup kita. Melalui hubungan komunitas, ada berbagai hal yang akan kita dapatkan.

Yohanes 17:20-21 (BIMK)
20 Bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa. Aku juga berdoa untuk orang-orang yang akan percaya kepada-Ku oleh kesaksian mereka ini.
21 Aku mohon, Bapa, supaya mereka semua menjadi satu, seperti Bapa bersatu dengan Aku, dan Aku dengan Bapa. Semoga mereka menjadi satu dengan Kita supaya dunia percaya bahwa Bapa yang mengutus Aku.

Doa Yesus untuk murid² Nya agar mereka bisa bersatu dengan Bapa, dan begitupun dengan kita, sebagai anak² Nya, Yesus mau kita bersatu dengan Bapa.

Karena dosa sudah memutuskan hubungan kita dengan Tuhan.
Hanya melalui Yesus kita bisa bersatu kembali dengan Bapa disurga.

Apa saja yang perlu diperhatikan untuk kita bertumbuh dengan benar ?

How do we know that we are growing as a community of faith?

Matius 18:20 (BIMK)
Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul karena Aku, Aku berada di tengah-tengah mereka.”

Ketika 2 atau 3 orang berkumpul dalam nama Yesus, disana Yesus hadir. Hadirat Tuhan ada bersama dengan kita. kata 2 atau 3 orang itu menggambarkan komunitas / group kecil yang Tuhan ingin kita lakukan berkumpul didalam nama Nya.

Ibrani 10:25 (BIMK)
Hendaklah kita tetap berkumpul bersama-sama, dan janganlah lalai seperti orang lain. Kita justru harus lebih setia saling menguatkan, sebab kita tahu bahwa tidak lama lagi Tuhan akan datang.

Apa dampak buat kita ketika Yesus hadir di tengah² kita?

Yohanes 1:16-17 (BIMK)
16 Ia penuh kasih; tiada hentinya Ia memberkati kita.
17 Hukum Tuhan kita terima melalui Musa. Tetapi kasih dan kesetiaan Allah dinyatakan melalui Yesus Kristus.

Ketika kita berkumpul dalam komunitas, akan ada kebenaran yang kita rasakan.

1.  Komunitas yang sejati di tandai oleh kasih karunia dan kebenaran.

Kasih Karunia : Yesus datang membawa kasih karunia, kita menikmati kasih karunia dalam hidup kita / perkenanan tanpa syarat, kita mendapat sesuatu yang tidak mampu kita dapatkan (Divine enablement).
Didalam sebuah komunitas Kristus yang sejati, sesama anggota komunitas mendapatkan hal² yang tidak mampu mereka dapatkan / berikan dengan seorang diri.

Orang yang menerima kasih karunia dan pemberdayaan ilahi  yang dapat berupa dalam wujud : Penerimaan pengampunan penguatan pembatasan dan lain sebagainya.

2. Ada Kasih Karunia yang kita rasakan.

Perbedaan hukum Taurat dan hukum Kebenaran :
– Taurat : dasarnya Fear, menuntut kepatuhan, memberi aturan, mematikan hubungan, menghukum, transaksional, polisi.

– Kebenaran : dasarnya Love, mengubah perspektif, memberi pengertian, membangun hubungan, membebaskan, relasional, guru pembimbing.

Yohanes 8:1-11 (BIMK)
1 Tetapi Yesus pergi ke Bukit Zaitun.
2 Keesokan harinya pagi-pagi Ia pergi lagi ke Rumah Tuhan, dan banyak orang datang kepada-Nya. Yesus duduk, lalu mulai mengajar mereka.
3 Sementara itu, guru-guru agama dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang wanita yang kedapatan berzinah. Mereka menyuruh wanita itu berdiri di tengah-tengah,
4 lalu berkata kepada Yesus, “Bapak Guru, wanita ini kedapatan sedang berbuat zinah.
5 Di dalam Hukum Musa ada peraturan bahwa wanita semacam ini harus dilempari dengan batu sampai mati. Sekarang bagaimana pendapat Bapak?”
6 Mereka bertanya begitu untuk menjebak Dia, supaya mereka dapat menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus tunduk saja, dan menulis dengan jari-Nya di tanah.
7 Ketika mereka terus mendesak, Ia mengangkat kepala-Nya dan berkata kepada mereka, “Orang yang tidak punya dosa di antara kalian, biarlah dia yang pertama melemparkan batu kepada wanita itu.”
8 Sesudah itu Yesus tunduk kembali dan menulis lagi di tanah.
9 Setelah mendengar Yesus berkata begitu, pergilah mereka meninggalkan tempat itu, satu demi satu mulai dari yang tertua. Akhirnya Yesus tinggal sendirian di situ dengan wanita yang masih berdiri di tempatnya.
10 Lalu Yesus mengangkat kepala-Nya dan berkata kepada wanita itu, “Di mana mereka semuanya? Tidak adakah yang menghukum engkau?”
11 “Tidak, Pak,” jawabnya. [“Baiklah,” kata Yesus, “Aku juga tidak menghukum engkau. Sekarang pergilah, jangan berdosa lagi.”]

Yesus tahu bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Yesus tahu kalau semua manusia berdosa. Yesus memberikan contoh pada ayat diatas, bahwa contoh kasih karunia yang Ia berikan adalah sempurna.
Tugas menghukum adalah hukum taurat, hukum taurat tidak dirancang untuk menyelamatkan manusia, tapi untuk menghukum.

Yesus datang memberikan kebenaran (Yesus mengatakan kepada wanita diatas untuk tidak berdosa lagi). Jangan melanggar lagi, jangan berdosa lagi, maka kamu akan diselamatkan.
Ketika seseorang melakukan kesalahan, kita perlu mengatakan contoh seperti :
“It’s not okay, but you are forgiven.”
Ada kebenaran yang diberikan didalam statement tersebut. Namun tidak menghakimi.

Kebenaran tanpa kasih karunia tidak dapat bertahan lama, kasih karunia adalah bahan bakar untuk kebenaran.

Efesus 4:14-15 (BIMK)
14 Maka kita tidak menjadi anak-anak lagi yang terombang-ambing dan terbawa-bawa ke sana ke mari oleh arus bermacam-macam pengajaran dari orang-orang yang licik. Mereka menyesatkan orang dengan tipu muslihat mereka.
15 Tidak! Sebaliknya kita harus menyatakan hal-hal yang benar dengan hati penuh kasih, sehingga dalam segala hal kita makin lama makin menjadi sempurna seperti Kristus, yang menjadi kepala kita.

Manusia bertumbuh sehat bukan hanya oleh kebenaran saja, namun ada waktu.

The ingredients of growth are grace, truth and time
Bahan dasar untuk pertumbuhan (manusia) adalah kasih karunia, kebenaran dan waktu.*

Efesus 5:15-17 (BIMK)
15 Sebab itu, perhatikanlah baik-baik cara hidupmu. Jangan hidup seperti orang-orang bodoh; hiduplah seperti orang-orang bijak.
16 Gunakanlah sebaik-baiknya setiap kesempatan yang ada padamu, karena masa ini adalah masa yang jahat.
17 Jangan bodoh, tetapi selidikilah apa yang dikehendaki Tuhan.

Penting sebagai komunitas dalam Kristus, untuk mengerti 3 hal di atas dengan benar. Mengerti untuk segala sesuatu ada masa nya, ada waktu nya.

Ada baiknya didalam komunitas kita perlu saling mengerti dan memahami kondisi / situasi setiap anggota didalam setiap musim.

Setiap orang yang datang dapat menemukan arah hidup, pencerahan, penerimaan, dan berbagai hal dalam kasih karunia, kebenaran dan waktu yang diberikan.

God Bless
Amin

Written by : GR Faith

Subscribe To GRFaith Newsletter

BE NOTIFIED ABOUT NEW SERMONS OF THE WEEK

Thank you for your message. It has been sent.
There was an error trying to send your message. Please try again later.

Blessed to be a blessing

Leave A Comment