JPCC Sunday – 17 Oktober 2021
By : Ps. Jeffrey Rachmat
Follow | Strength For Services
Raja Berhati Hamba
______________________
Ayat Mingguan:
Markus 9:35 (TB)
Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya.”
______________________
Khotbah:

Allah telah mengosongkan diri-Nya sendiri dan mengambil rupa seorang Manusia untuk menjadi pelayan di dunia dengan rendah hati.

Bond Servant : menjadi budak secara sukarela karena merasakan kasih tuan nya. Melakukan demikian karena lebih dahulu mengalami kasih dan kebaikan tuannya sehingga dia memutuskan utk melayani tuannya sepanjang masa

Roma 1:1 (TB)
Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.

Romans 1:1 (AMP)
Paul, a bond-servant of Christ Jesus, called as an apostle (special messenger, personally chosen representative), set apart for [preaching] the gospel of God [the good news of salvation],

Rasul² Yesus menjadi Bond Servant dengan sukarela dan tidak ada paksaan apapun karena itu menjadi kehendak mereka masing², karena mereka tahu Tuan mereka sangat mengasihi. Rasul-Rasul menjalani pelayanan mereka dengan bebas dan tidak berharap imbalan apapun selain memuliakan Allah Bapa di surga dan memberitakan kabar baik dari Yesus.
Tuhan tidak pernah berhutang apapun pada kita, namun kadang² kita memperlakukan Tuhan seperti Ia memiliki hutang kepada hidup kita.

1 Korintus 11:1 (TB)
Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.

Mengambil pikiran yang sama seperti yang terdapat dalam Kristus Yesus.
Jangan melayani untuk kepentingan diri sendiri, mencari popularitas, atau menyenangkan manusia.
Seorang pelayan dan hamba akan melakukan yang terbaik agar orang yang dilayani nya bisa merasakan ketulusan dan kasih.

Galatia 1:10 (TB)
Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.

Dia tidak datang untuk dilayani. Dia datang untuk melayani.
Kalau kita menerima Dia, dan Roh Nya didalam kita, maka seharusnya kita menjadi semangat dalam melayani dengan sikap yang benar.
Kalau kita menerima roh yang sama seharusnya kita punya semangat yang sama

Kolose 3:22-25 (TB)
22 Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan.
23 Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
24 Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.
25 Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang.

Dalam terjemahan The Message:
The sullen servant who does shoddy work will be held responsible. Being Christian doesn’t cover up bad work.

Lukas 22:27-30 (TB)
27 Sebab siapakah yang lebih besar: yang duduk makan, atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan? Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan.
28 Kamulah yang tetap tinggal bersama-sama dengan Aku dalam segala pencobaan yang Aku alami.
29 Dan Aku menentukan hak-hak Kerajaan bagi kamu, sama seperti Bapa-Ku menentukannya bagi-Ku,
30 bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

Pada ayat 27, Yesus duduk untuk melayani bukan untuk dilayani. Sudah jelas pesan Nya tertulis didalam ayat itu.
Diayat ini Yesus memberikan informasi kalau Ia adalah seorang Raja, namun Ia melayani dengan sikap yang baik.

Yohanes 18:33-37 (TB)
33 Maka kembalilah Pilatus ke dalam gedung pengadilan, lalu memanggil Yesus dan bertanya kepada-Nya: “Engkau inikah raja orang Yahudi?”
34 Jawab Yesus: “Apakah engkau katakan hal itu dari hatimu sendiri, atau adakah orang lain yang mengatakannya kepadamu tentang Aku?”
35 Kata Pilatus: “Apakah aku seorang Yahudi? Bangsa-Mu sendiri dan imam-imam kepala yang telah menyerahkan Engkau kepadaku; apakah yang telah Engkau perbuat?”
36 Jawab Yesus: “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini.”
37 Maka kata Pilatus kepada-Nya: “Jadi Engkau adalah raja?” Jawab Yesus: “Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.”

Yesus mengatakan kalau Ia adalah seorang Raja, namun kerajaan Nya bukan didunia ini, dan Ia memposisikan diri Nya sebagai seorang pelayan.

Seorang raja adalah seorang yang berdaulat atau punya kuasa penuh atas sebuah wilayah. Raja / pemimpin adalah orang nomor 1. Memerintah dengan kuasa absolut. Perkataan raja adalah ketetapan yang harus dilakukan. Daerah kekuasaannya merupakan kepunyaannya. Dan Seorang Raja seharus nya tidak pernah melayani, tetapi harus dilayani oleh hamba2 nya.
Raja itu adalah seorang yang sangat kaya dan memiliki segala nya
Namun Yesus adalah seorang Raja yang berbeda dengan raja lainnya. Ia terbiasa dengan hal yang excellent dan selalu memberikan dengan kasih yang Ia miliki. Ia tidak pernah berharap imbalan, tapi Ia menginginkan semua orang mengenal Bapa dan mengenal kasih yang Ia berikan melalui pelayanan Nya.
Kalau raja di dunia meminta untuk dilayani tapi Yesus sebaliknya dia melayani.

Seorang Hamba yang punya karakteristik / mentalitas yang sangat berbeda. Karena tidak punya hak. Miskin, tidak punya apa apa. Tidak berfikir yang muluk muluk. Pekerjaan sehari hari nya adalah melayani tuan dan menjalankan perintah.

Gambaran seorang Raja dan seorang hamba ada pada diri Yesus, yang seperti sebuah paradoks yang bertentangan / tidak masuk diakal.
Paradox – pernyataan bertentangan / tidak masuk akal. Kenyataannya mengandung sebuah kebenaran. 

Penting buat kita untuk mengerti keduanya. Bukan yang satu lebih benar tapi paradoks ini ada dalam Kristus. Dia adalah raja yang melayani.

Kalau hanya mengerti pada 1 sisi saja, maka bisa akan terjadi pertentangan atau perpecahan. Paradoks ini ada didalam Yesus. He is the Servant King.

Tanpa disadari kita hidup dalam sebuah paradoks. Yesus sering disebut singa dari yehuda (wahyu 5). Tetapi pada saat bersamaan disebut anak domba Allah. Dua-duanya adalah karakter yang berbeda.
Singa adalah seekor binatang yang sangat buas dan perkasa, raja penguasa hutan.
Domba adalah seekor binatang yang lemah dan kadang tidak bisa membela diri sendiri.

Yesaya 40:31 (TB)
tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Sebagai anak Tuhan kita dianggap burung rajawali (yesaya 40:31). Rajawali adalah burung yang sangat perkasa tidak takut badai. Saat badai datang terbang dengan kekuatan sayapnya. Soaring high. badai harusnya merupakan keuntungan.

Tulus seperti merpati. Mana yang benar ? Dua² nya benar.
Merpati adalah burung yang bs menemukan jalan pulang. Kembali ke tempat asal meskipun udah terbang ribuan km. Digunakan utk menyampaikan pesan. Burung yang tidak punya kantung empedu (tidak hidup dalam kepahitan).
Merpati diminta utk hidup tulus ( tidak punya hidden agenda ).

Tetapi banyak orang yang lupa seperti apa hidup kita didunia ini, kadang lupa akan jati diri nya dan menjadi sombong.

Ketika Yesus membuat anggur di pesta perkawinan, Dia membuat anggur terbaik dari air, dan bukan anggur biasa yang murah. Karena Dia melayani tidak lupa jati diri Nya. Dari air pembasuhan kaki dia buat anggur terbaik

Wahyu 3:20-21 (TB)
20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.
21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.

Di ayat diatas ini ada sebuah paradoks : raja tidak pernah mengetok pintu, sebaliknya dibuka kan pintu.
Tapi Yesus mengetuk pintu hati kita, dan seharusnya kita membuka pintu untuk Yesus masuk kedalam kehidupan kita. Bahkan Ia masuk dan makan bersama² dengan kita.

Yesus bukan sembarangan hamba dan bukan sembarangan Raja.
He is the Servant King.
Kita harus memiliki karakter pemikiran yang sama dengan Yesus sebagai hamba yang melayani dengan rendah hati ketika menjalani keseharian kita. Sehingga kita bisa menjadi dampak buat banyak orang.

Kita perlu memikirkan hal² kecil dalam perencanaan dan pelaksanaan nya.

High in Commitment and Low in Maintenance.
Ini lah dasar karakter Yesus melayani yang harus kita ikuti.
Ketika melayani bukan dengan tinggi hati tapi dengan karakter benar dan rendah hati.

Filipi 2:5-11 (TB)
5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
11 dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

The best way to go up is down.
Allah sangat meninggikan Yesus. Karena Yesus merendahkan Diri Nya.

Sebelum Yosus menjadi seorang pemimpin, dia sibuk melayani Musa.
Sebelum Daud menjadi pemimpin, ia sibuk melayani kakak²nya.
Sebelum Yusuf menjadi pemimpin, ia melayani di rumah potifar dan melayani didalam penjara selama bertahun².
Sebelum Elisa menerima 2x pengurapan, ia melayani Elia bertahun².

1 Raja-raja 19:19-21 (TB)
19 Setelah Elia pergi dari sana, ia bertemu dengan Elisa bin Safat yang sedang membajak dengan dua belas pasang lembu, sedang ia sendiri mengemudikan yang kedua belas. Ketika Elia lalu dari dekatnya, ia melemparkan jubahnya kepadanya.
20 Lalu Elisa meninggalkan lembu itu dan berlari mengikuti Elia, katanya: “Biarkanlah aku mencium ayahku dan ibuku dahulu, lalu aku akan mengikuti engkau.” Jawabnya kepadanya: “Baiklah, pulang dahulu, dan ingatlah apa yang telah kuperbuat kepadamu.”
21 Lalu berbaliklah ia dari pada Elia, ia mengambil pasangan lembu itu, menyembelihnya dan memasak dagingnya dengan bajak lembu itu sebagai kayu api; ia memberikan daging itu kepada orang-orangnya, kemudian makanlah mereka. Sesudah itu bersiaplah ia, lalu mengikuti Elia dan menjadi pelayannya.

The path to Leadership is through serving

Jalan menuju kepemimpinan adalah melalui pelayanan.
Kita harus belajar melayani terlebih dahulu sebelum menjadi pemimpin yang Tuhan percayakan.
Kekuasaan di berikan untuk melayani bukan sebalik nya.
Belajar untuk memiliki komitmen yang tinggi tanpa harus di suruh².
Belajar melakukan yang terbaik walau dengan hal yang sedikit yang dimiliki.
Belajar untuk melayani dengan rendah hati dan memberikan yang terbaik tanpa memikirkan apa yang akan kita terima.

God Bless
www.grfaith.net

Written by : GR Faith

Subscribe To GRFaith Newsletter

BE NOTIFIED ABOUT NEW SERMONS OF THE WEEK

Thank you for your message. It has been sent.
There was an error trying to send your message. Please try again later.

Blessed to be a blessing

Leave A Comment