JPCC Sunday – 7 Agustus 2022
By : Ps Gea D (UR)
Devoted | Penyembahan Yang Sejati
Worship
_________________________
Verse Of The Week :

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”
‭‭Roma‬ ‭12:1‬ ‭TB‬‬
_________________________
Sermon :

Apa yang di maksud dengan Worship / Penyembahan?
Esensi dari Worship / Penyembahan adalah terletak didalam sikap hati kita. Kalau tidak ada esensi nya dalam penyembahan yang kita lakukan, maka sia2.

“Tuhan berkata, “Orang-orang itu hanya menyembah Aku dengan kata-kata, tetapi hati mereka jauh dari Aku. Agama mereka hanya peraturan manusia yang dihafalkan.”
‭‭Yesaya‬ ‭29:13‬ ‭BIMK‬‬

Bagian / ekspresi dari penyembahan adalah nyanyian, cara kita berbicara sama Tuhan.

Yang Tuhan inginkan adalah bagaimana sikap hati kita ketika kita bicara sama Dia.

Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap jiwamu.

Dari dalam hati akan muncul penyembahan / cara kita berbicara sama Tuhan.

Worship is our response to God, for who He is and what He has done.
Penyembahan adalah response yang kita berikan kepada Tuhan atas siapa Dia dan apa yang sudah Dia kerjakan.

Respon : sebuah naluri alami yang keluar terhadap suatu hal yang kita lihat.

Respon yang kita berikan kepada orang akan berdampak terhadap orang lain.
Kita di ciptakan untuk memuji.

Ketika kita melihat sebuah hal yang baik, secara alami kita bisa merespon dengan baik dan sangat memuji.

Tapi kita harus berhati-hati terhadap hal yang kita sembah. Jangan sampai kita menomor satukan hal yang kita sembah selain Tuhan.

Ketika kita menyembah Tuhan, banyak hal yang begitu hidup dalam diri kita, kita akan merasa penuh.
Ketika kita fokus menyembah Tuhan, maka rasakan hal yang hidup dan lain dari dalam kita.

“Ketika Tuhan Yesus mengetahui, bahwa orang-orang Farisi telah mendengar, bahwa Ia memperoleh dan membaptis murid lebih banyak dari pada Yohanes – meskipun Yesus sendiri tidak membaptis, melainkan murid-murid-Nya, – Ia pun meninggalkan Yudea dan kembali lagi ke Galilea. Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf. Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas. Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: ”Berilah Aku minum.” Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan. Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: ”Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?” (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.) Jawab Yesus kepadanya: ”Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.” Kata perempuan itu kepada-Nya: ”Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu? Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?” Jawab Yesus kepadanya: ”Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” Kata perempuan itu kepada-Nya: ”Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air.” Kata Yesus kepadanya: ”Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini.” Kata perempuan itu: ”Aku tidak mempunyai suami.” Kata Yesus kepadanya: ”Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar.” Kata perempuan itu kepada-Nya: ”Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi. Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah.” Kata Yesus kepadanya: ”Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.””
‭‭Yohanes‬ ‭4:1-3, 5-24‬ ‭TB‬‬

Ketika kita sedang bersekutu dengan Tuhan, kadangkala ada bagian2 komunikasi yang kadang tidak enak buat kita dengar namun Tuhan tetap mengasihi kita. Apa yang Tuhan ungkapkan namun tidak enak bagi kita, tapi percayalah bahwa apa yang tidak enak itu adalah yang terbaik buat kita.

Kita bisa menyembah Tuhan darimana saja, kapan saja.
Menyembah dalam Roh dan Kebenaran.

Penyembahan yang benar itu harus keluar dari dalam hati. Percuma kalau kita menyembah dihari minggu saja, namun setiap hari tidak ada hal yang benar.

Ada 3 sikap hati ketika menyembah yang dapat kita lakukan :

1. Masuk dengan Sikap Hati yang bersyukur

Kita harus melatih sikap hati yang bersyukur untuk apapun yang terjadi dalam hidup kita. Lebih alami untuk kita manusia mengeluh daripada memuji.

“Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya! Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.”
‭‭Mazmur‬ ‭100:4-5‬ ‭TB‬‬

Renungkan apa hal baik yang dapat kita syukuri hari ini?

2. Sikap hati yang utuh

Sikap hati yang kita latih setiap hari harus utuh (tidak mendua hati / pikiran bercabang).
Berikan yang maksimal ketika kita menyembah Tuhan.
Pikirkan apa yang kadang sering kali muncul dan mengganggu ketika sedang fokus menyembah Tuhan. Kita perlu menyingkirkan dahulu gangguan tsb.

3. Sikap Hati yang Hancur

Sikap hati yang hancur dan bertobat yang ditulis oleh Daud dalam Mazmur.

“Kurban bagi Allah adalah hati yang remuk redam, hati yang tunduk dan bertobat tidak Kautolak.”
‭‭Mazmur‬ ‭51:19‬ ‭BIMK‬‬

Saudara, kita tidak perlu sempurna dulu untuk datang menyembah kepada Tuhan.

God Bless
www.grfaith.net

Written by : GR Faith

Subscribe To GRFaith Newsletter

BE NOTIFIED ABOUT NEW SERMONS OF THE WEEK

Thank you for your message. It has been sent.
There was an error trying to send your message. Please try again later.

Blessed to be a blessing

Leave A Comment